Kenali Penyakit pada Anak Kucing

  • Whatsapp
banner 468x60

Apakah Anda termasuk yang senang memelihara anabul? Terutama anak kucing? Kami termasuk salah satu di antaranya. Sudah tak berbilang kitten yang sengaja kami rawat maupun induk beserta kittennya yang mampir ke rumah lalu menjadi betah bin krasan dan akhirnya menjadikan rumah kami sebagai home based mereka.

Proses pemeliharaan dan perawatan kitten akan menjadi lebih tricky. Selain tubuh mereka yang lebih mungil, segala organ bisa jadi belum tumbuh maksimal, sistim imunitas tubuh yang belum terbentuk sempurna serta mereka lebih rentan terserang stress. Atas dasar tersebutlah para kitten cenderung lebih rentan terserang aneka penyakit, baik virus, bakteri, maupun jamur. Idealnya sih saat kita mengadopsi kucing baru terutama kitten sesegera mungkin kita mereka ke dokter hewan untuk melakukan pengecekan rutin terkait kondisi kesehatan mereka.

Read More

Setidaknya beberapa penyakit ini yang kerap saya temui pada kitten yang kami rawat, yaitu :

  1. Belekan

Ditandai dengan mata berair, bengkak, merah, kotoran mata yang memenuhi daerah mata hingga terkadang berkerak. Umumnya belekan bukanlah penyakit melainkan gejala dari suatu penyakit. Jika dibiarkan terus menerus bisa berakibat pada kebutaan, adapun penyebab belekan pada kucing yang sering saya temui karena :

    1. Infeksi saluran pernapasan atas akibat virus. Ditandai dengan bersin, mata berair, berkurang nafsu makan serta selalu terlihat lesu
    2. Infeksi mata akibat virus maupun bakteri. Menurut penjelasan dokter hewan saya, penyakit paling sering muncul adalah Chlamydia dan Mycoplasma, persis apa yang saat ini sedang diderita Lala, kucing munckhin milik kami. Selain pemberian antibiotik melalui suntik, ada salep khusus yang diresepkan oleh doker hewan untuk mengatasi belekan akibat chlamydia ini.
    3. Konjungtivitis atau peradangan pada lapisan di sekitar mata menyebabkan mata nampak merah dan bengkak. Jika kucing Anda menderita ini, dia akan rentan terkena cahaya matahari.
  1. Kutu telinga (ear mites)

Kitten rawan terserang penyakit ini walaupun tidak menutup kemungkinan kucing di segala rentang usia akan terkena pula. Karena parasit sangat mudah berpindah tempat atau inang. Tanda paling umum adalah keluarnya cairan hitam atau cokelat dari telinga mirip dengan bubuk kopi.

Parasit yang bersarang pada telinga kucing membuat telinganya cenderung lebih sering gatal dan bisa saja ada luka atau peradangan di sekitar kepala dan leher. Ada beberapa merk tetes telinga yang dijual baik di apotik maupun pet shop. Konsultasikan dengan dokter hewan Anda untuk mendapatkan dosis yang tepat manakala berniat melakukan home treatment bagi para kucing.

  1. Cacing atau parasit usus

Cacing atau parasit paling sering dijumpai pada kitten adalah cacing gelang dan cacing tambang. Kontaminasi dapat terjadi mulai dari proses kelahiran mereka atau pada saat pemberian ASI oleh induk mereka.

Untuk menegakkan diagnosis atas ada atau tidaknya parasit dalam tubuh kitten Anda, dokter hewan biasanya akan mengambil sampel kotoran kucing dan menelitinya dengan seksama. Pada kejadian yang sering saya temui, kucing yang terdapat parasit pada tubuhnya menunjukkan tanda kulit/bulu yang kusam, nafsu makan yang terkadang tak terkontrol.

  1. Kutu (Flea)

Kutu adalah penyakit yang paling umum muncul, karena bentuk fisiknya yang sanat kecil hingga kadang kita kesulitan untuk menemukannya bersarang di permukaan kulit kucing kita, terlebih jika kucing memiliki bulu yang lebat, tebal, dan panjang.

Pada kasus yang parah, kutu dapat mengakibatkan kucing terserang anemia karena banyak kehilangan darah akibat sedotan para kutu, termasuk pula kutu dapat menjadi perantara penularan infeksi lainnya.

  1. Diare

Ada banyak sebab musabab kucing terserang diare. Ada karena fakor stres akibat perubahan lingkungan, makanan atau sesuatu berkaitan dengan kehidupannya. Karena itu seringkali dokter atau pemilik hewan menyarankan kepada para adopter untuk mengganti makanan kucing secara bertahap, mencampur makanan awal dengan makanan baru yang akan kita berikan demi meminimalisir kekagetan kucing menerima asupan baru.

 

Dengan mengenali beberapa penyakit yang sering timbul pada kucing sedari dini pula kita dapat melakukan upaya pencegahan, jangan ragu pula untuk senantiasa berkonsultasi pada dokter hewan manakala menemui perilaku / fisiologis yang tak lazim pada kucing kesayangan Anda.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *