Kenali Potensi Diri

  • Whatsapp
banner 468x60

tel

Ahhaaa…

Read More

Akhirnya tiba masa tugas perdana di kelas bunda cekatan Ibu Profesional kami terima. Di pekan awal perkuliahan, kami mendengarkan tuturan kisah dan hikmah dari kunang-kunang (sebutan untuk para pemateri di kelas bunda cekatan ibu profesional di batch dua ini). Penyampaian materi mengenai melacak potensi diri setiap individu.

www.wikipedia.org menuliskan bahwa potensi diri adalah kemampuan atau kekuatan diri seseorang baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, akan tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal oleh seseorang.

Nah point yang saya highlight pada “dipergunakan secara maksimal oleh seseorang”. Teorinya adalah bagaimana kita bisa mengenali mana sih aktivitas yang menjadi potensi dan kekuatan kita jikaaaa kita saja masih minim aktivitas. Bisa jadi kita mengatakan, “oooh, potensi saya bukan di masak,” padahal belum pernah sekalipun yang bersangkutan terjun langsung di dapur, meracik dan mengawinkan aneka bumbu, kemudian berperang dengan segala alat dan perkakas dapur. Sederhananya, kayakanlah dahulu aktivitasmu, baru bisa kamu identifikasi mana yang paling elu banget dah.

Tugas perdana ini sebetulnya semacam rewind dari penugasan beberapa tahun silam, sata proses matrikulasi berlangsung. Di pekan menjelang akhir masa matrikulasi, setiap mahasiswi diminta menulikan sebaran aktivitas, mana yang suka, tidak suka, bisa, dan tidak bisa.

Melalui perenungan, gonta ganti formatur akhirnya di waktu menjelang akhir pengumpulan tugas saya berhasil mengerucutkan beberapa aktivitas dari sekian banyaknya aktivitas yang sejauh ini saya telah kerjakan.

  1. Aktivitas yang saya bisa tapi tidak suka

Saya pernah dan sering menjahit, sesekali belajar menggunakan mesin jahit pada seorang kawan, terbukti saya bisa dan cukup sempurna mengerjakannya, namun aktivitas ini tidak cukup menggembirakan dan membuat mata saya berbinar-binar serta addict untuk melakukannya.

Demikian pula dengan aktivitas audit dan treasury atau pencatatan keuangan. Secara keilmuan saya adalah sarjana akuntansi, saat aktif bekerja di ranah publik pun peran yang hadir ke hadapan saya adalah sebagai tim audit/akuntan/penyaji laporan keuangan hingga siap dan laik tayang pada semua pemangku kepentingan. Tapiiii …. aktivitas ini saya rasa hanya dikerjakan sebagai penggugur kewajiban dan tanggung jawab, bukan sesuatu yang datang dari hati dan saya kerjakan tanpa perlu disuruh atau diawasi.

2. Aktivitas yang saya bisa sekaligus saya sukai

Bagian ini adalah bagian yang paling suka untuk saya tuliskan, gimana gak cobak? Kita diminta untuk menuliskan sesuatu yang kita banget? Walapun perlu effort juga membuat daftar segala kegiatan yang saya suka dan senang serta mudah untuk melakukannya. Alih-alih menulis dan fotografi dua hal yang sejauh ini selalu saya latih skill maupun beragam tekniknya, saya menemukan kesimpulan bahwa ketika saya melakukan dua kegiatan tersebut terbatas masih suka dan bisa tapi tanpa menimbulkan efek ketergantungan, sesekali masih malas dan cenderung menunda untuk menyelesaikannya. Buktinya apa? Buktinya untuk mengerjakan jurnal pertama saja saya butuh menundanya hingga mendekati jam deadline berakhir. 😂

3. Aktivitas yang saya tidak bisa tapi saya suka

Ahhaaa menuliskan sesuatu yang tidak bisa tapi saya suka, first thing yang terbayang itu adalah MENYANYI. Awokwokwok…

Saya suka menyanyi dalam arti melakukan kegiatan tersebut di kala jenuh atau merasa butuh hiburan. Bersenandung sebatas konsumsi pribadi, karena jika hal ini harus dan dengan terpaksa dikeluarkan ke khalayak ramai maka saya khawatir berpotensi menimbulkan kejang akut, mual, serta rasa ingin menyudahi. 😂 Itulah mengapa di saat ada acara resmi di mana tersedia entertain berupa nyanyian, saya lebih memilih untuk duduk di barisan paling belakang atau berpura-pura anyang-anyangen untuk sekadar punya alasan sering ke kamar kecil dan tidak terus menerus berada di dalam ruangan. 😂😅🤪

4. Aktivitas yang saya tidak bisa daaan saya tidak suka

Nah di bagian menuliskan apa yang saya tidak bisa dan saya gak suka mengerjakannya ini semacam refleksi diri, apa sih kegiatan yang kalau di kerjakan itu bukan saya banget.

Buat saya yang cenderung spontan, memikirkan sesuatu hal, merumuskannya dalam langkah strategik demi pencapaian jangka panjang itu sangat melelahkan dan menguras energi. Mungkin bisa saya kerjakan tapi belum tentu maksimal dalam hasil.  Karena itulah Allah mengirimkan rekan hidup saya seseorang yang well organized, sangat-sangat strategik, well prepared, dan semuanya serba teratur untuk menjadi katalisator saya yang serampangan ini.😂🤪

 

Mengerucutkan Potensi Diri

Dengan berbagai pengamatan tersebut di atas, saya mengerucutkan point yang menurut saya itu adalah saya banget. Dengan ragam aktivitas yang saya coba sejauh ini plus bantuan beberapa tools seperti Talents Mapping dan tools potensi diri lainnya, untuk sampai dengan hari ini, kelima point ini adalah sesuatu yang paling membuat saya berbinar, nyaman, bahagia dan bisa membahagiakan setidaknya ring satu di lingkaran hidup saya.

  1. Brand Ambassador
  2. Caretaker
  3. Greeting
  4. Serving
  5. WOO

 

Manokwari, 17 Januari 2021

Puspa Fajar, ibu yang terus belajar.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *