Menemukan Gaya Belajar

  • Whatsapp
banner 468x60

Belajar adalah hak setiap bangsa, tidak hanya berlaku untuk yang masih bertitel pelajar saja. Siapapun boleh bahkan harus terus belajar, bersama siapa saja, melalui media apa saja, dengan cara apa saja, dan bebas untuk menghasilkan apa saja dari proses belajarnya.

Demikian pula saya saat ini yang dengan sadar memilih untuk terus nyantri di Ibu Profesional. Jika di sekolah formal, guru menjadi mediator penghubung antara murid dan sumber ilmu, namun era mulai berganti. Guru bukan lagi menjadi satu-satunya mediator pembawa sumber ilmu. Setiap orang punya gaya belajar yang berbeda, semakin cepat kita paham akan gaya beajar yang paling efektif untuk diri kita sendiri, maka semakin mudah pula untuk kita menyerap ilmu yang hendak kita dapatkan.

Read More

Ada beberapa pertanyaan yang perlu saya lengkapi dengan jawaban dari tahapan telur jingga kelas bunda cekatan yang saya ikuti saat ini. Berkaitan dengan gaya belajar dan segala yang menyertainya, termasuk pilihan jenis ketrampilan yang saat ini betul-betul butuh untuk saya kuasai.

Baiklah, mari kita uraikan jawaban atas pertanyaan pertama. 😎

  1. Apa sih tujuan utama kamu belajar atas ketrampilan atau sesuatu yang kamu putuskan untuk dikuasai
Tujuan Belajar

Hal pertama yang terpikir oleh saya saat ditanya apa tujuan saya belajar dan menguasai ilmu yang menjadi incaran saya adalah saya ingin bahagia dengan penguasaan ilmu itu. Berbekal aktivitas yang saya senangi maka saya pun ingin semakin bahagia manakala kesukaan saya dalam hal menjalani suatu akivitas tertentu di dukung dengan ilmu yang cukup baik. Hingga harapannya dengan penguasaan ilmu dan proses belajar saya bisa mulia karenya. Mulia yang tidak sebatas menjadi lebih terpandang, tetapi mulia karena saya merasa hidup saya jauh lebih berarti karena bisa memberi manfaat pada orang lain atas penguasaan suatu ilmu. Hingga dalam skala yang lebih besar, saya mampu berjejaring dan meluaskan dampak serta berkolaborasi dengan banyak pihak untuk dapat menyelesaikan beberapa permasalahan yang terjadi berkat keilmuan yang saya kuasai.

2. Ilmu yang saya perlukan  untuk menunjang performa peran saya saat ini

Ilmu yang saya perlukan

Selain memanggul peran sebagai individu dan bagian dari keluarga, beberapa peran sosial yang ada dalam tanggung jawab saya adalah melayani banyak kepetingan. Tak jarang saya harus tampil berbicara mewakili organisasi dan komunitas, serta tak sedikit kesempatan di mana saya perlu menuliskan laporan atas suatu keadaan. Untuk itu saya butuh ilmu sebagaimana nampak dalam infografis untuk menunjang performa dalam setiap peran yang saya emban.

3. Cara Belajar ala saya

Cara belajar

Anda orang yang lebih senang mendengar daripada melihat? Tozz artinya kita satu server 😎

Dalam banyak kesempatan belajar, saya cenderung merekam setiap suara yang keluar dari bibir pemberi ilmu. Untuk kemudian saya perdengarkan ulang, lalu menuliskannya berdasarkan pemahaman saya, jika ada kesempatan saya senang sekali mengkonfirmasi ulang atas interpretasi saya kepada sang pemberi berita. Cara ini cenderung lebih mudah untuk saya mengikat ilmu, ketimbang hanya menyaksikkan seseorang berbicara lalu menuliskan point pokok yang perlu mendapat perhatian.

4. Sumber Ilmu

Sumber ilmu

Berdasarkan beberapa pengamatan dan beragam aktivitas yang menunjang, saya sampai pada kesimpulan, ada dua hal yang ingin saya butuhkan saat ini. Yaitu ketrampilan melayani atau hospitality dan fotografi.

Hospitality saya butuhkan karena keseharian saya selalu berkaitan erat dengan proses pelayanan dan memperhatikan kesejahteraan dan kenyamanan orang-orang yang berada dalam jangkauan saya. Serta teknik fotografi yang baik untuk mendukung performa saya dalam menjalankan misi spesifik hidup.

Penguasaan ketrampilan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *