Micro Teaching for A Home Team Facilitator

  • Whatsapp
banner 468x60

Dalam sebuah obrolan antara our founder Bapak Dodik Marianto dan Ibu Septi Peni Wulandani, Pak Dodik mengatakan tentang kriteria sebuah komunitas yang baik. Beliau mengatakan, pilihlah komunitas yang memberimu ruang untuk didengarkan, tumbuh bersama denganmu, dan tidak membatasi ruang untukmu berekspresi.

Kalimat tersebut betul-betul saya rasakan saat sudah bergabung dengan komunitas ini. Lima tahun sudah saya berkenalan dengan komunitas Ibu Profesional, usia yang sama pula dengan usia Ibu Profesional Lampung (Yailaaah lha dikau kan emang laer di sana, Maaaak!). Eh koq inget sih? Huhuhu iya soalnya kan pas hari di mana saya tulis jurnal ini bertepatan dengan puncak milad IP Lampung, Sennah Helwah rumah indukku, Jayalah selalu di darat, laut, udara, dan dunia nyata serta dunia maya. Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan. 😂

Read More

Wes wes wes, bubaar, back to main topic, Nek!

Jadi kenapa sih pakai preamble tentang ruang berekspresi di sebuah komunitas? Well, karena jurnal hari ini saya mau fully curhat. Curhat tentang bahagianya saya berjodoh sama komunitas ini. Ada banyak ruang tumbuh dan berekspresi yang disediakan sebagai fasilitas untuk saya dan semua warga yang bernaung di dalamnya. Salah satunya adalah terbuka aneka pelatihan untuk upgrade kapasitas diri.

Di pekan ini saya menuliskan jurnal Micro teaching melalui blog, berkaitan dengan tantangan yang kami terima.

Setelah di pekan-pekan yang lalu kami berlatih secara terus menerus (baik sesi langsung bersama para fasilitator maupun sesi latihan di dalam circle maupun yang dilakukan secara mandiri), di awal pekan ini kami mendapat tugas untuk mengirimkan video hasil dari latihan mandiri kami. Kak Nad  dan Adek Yeza pun berinisiatif mengambil peran sebagai juru dokumentasi yang mengatur setting tempat, pencahayaan, dan tim dengar saat saya berlatih di setiap harinya.

Video tersebut kami kirimkan kepada satu teman di dalam circle untuk saling memberikan feedback atas segala sesuatu yang ada di dalam video tersebut.

Video yang saya buat, saya kirimkan pada dua rekan teman di dalam circle saya.

Respon pertama saya dapatan dari Mbak Linda, ketua circle kami dan berikut adalah jawaban dari Mbak Linda :

“Masya Allah… Mantap, keren mbak. All out banget, gesture mantap, penguasaan materi bagus”

Respon kedua saya dapatkan dari Mbak Nurhasanah dengan memberikan respon:

“Gestur sudah mantap, siap jadi fasilitator.” (Aamiin)

Alhamdulillah, saya betul-betul diingatkan kembali untuk terus bersyukur karena mendapat teman dan keluarga yang sangat support dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

 

Refleksi saya untuk pekan ini:

  1. Harus mulai kembali menaikkan level komitmen, untuk sedini mungkin untuk menyelesaikan tugas. Wes tho, Mak, tobat lah kau sebagai penganut kaum deadliners 😿😓
  2. Saya bersyukur Allah memberikan nikmat rizki berupa sehat, suami yang support, dan anak-anak yang ceria sehingga saya dapat melalui banyak tantangan dengan baik di pekan ini.
  3. Teman-teman satu circle yang cepat, tanggap, dan reaktif dalam urusan supporting teman-teman dalam satu circle

Semoga di pekan ini dan pekan-pekan selanjutnya, semangat, komitmen, dan konsitensi saya tetap dapat terjaga hingga akhirnya saya mumtaz untuk menjadi seorang fasilitator .

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *