Pemuja Rahasia

  • Whatsapp
banner 468x60

Malam ini di saat Manokwari masih diguyur hujan sedari pagi, ketika anak-anak sudah mulai masuk fase pendinginan dan siap berkutat dengan aneka perlengkapan tidur mereka. Playlist dalam itunes saya sampai pada sebuah lagu lawas dari band kesayangan.

Saya sangat yakin, jika anak gaul era 2000 awal pasti akrab dengan Sheila on Seven.

Read More

“Ku awali hariku dengan mendoakanmu”

“Agar kau selalu sehat dan bahagia di sana”

“Sebelum kau melupakanku lebih jauh”

“Sebelum kau meninggalkanku lebih jauh”

 

“Ku tak pernah berharap kau kan merindukan”

“Keberadaanku yang menyedihkan ini”

“Ku hanya ingin bila kau melihatku”

“Kapanpun, di manapun hatimu kan berkata seperti ini”

 

“Pria inilah yang jatuh hati padamu”

“Pria inilah yang kan selalu memujamu”

“A-ha, Yeah, a-ha, yeah”

 

Ahhaa….

Jika Anda turut berdendang saat membaca deretan lirik di atas. Fixed artinya kita seumuran. 

Pemuja Rahasia, begitulah judul lagu tersebut. Apakah Anda pernah berada di posisi tersebut? Menjadi seorang pemuja rahasia, mengagumi seseorang dalam diam dan dari kejauhan. Parahnya, kita masih saja setia menyimpan rasa itu, menjaga jangan sampai dia tahu.

Awokwokwok ….

Koq kedengeran gak worthed ya.

Lha iya tho, ngapain kamu buang energi, waktu, dan mungkin materi untuk mengejar sebuah ketidakpastian? Belum pula terhitung banyaknya bulir air mata saat harus menerima kenyataan yang tak bahagia. Iya sih mimpinya satu pelaminan, tapi sayangnya di atas pelaminan, dia yang jadi manten dan kamu jadi tamu undangannya. Nyesek, Gaes!

Di saat kita mengagumi dia diam-diam, ternyata dia pun diam-diam menyiapkan masa depannya bersama dia yang lain. Seperti sebuah pembuktian bahwa dia yang kamu kagumi hanya diciptakan untuk dipandang tanpa kalian pernah saling pandang. Dah lah sono kalau kasusnya kayak gitu, Antum daftar aja langsung jadi penduduknya benua Antartika.

Et daaah ….

Ini appa sih, malem-malem malah bahas soal kisah tak sampai, pemuja rahasia segala. Sok khatam bener si Emak mah.

Hahahahaa ….

Tenang, Brader an Sister.

Saya bisa jamin, jadi pengagum rahasia itu seru, tantangannya ada aja terus. Gak pernah tuh ada perasaan takut ditolak, kan emang dari awal udah diniatin buat si dia jangan sampai tahu. Pernah kan lihat orang jatuh cinta trus tiba-tiba salting pas ketemu gebetan? Ketika kamu memutuskan jadi pengagum rahasia, gak bakalan ada tuh tingkah malu-malu meong, kamu bebas aja tetep jadi dirimu yang emang asalnya udah norak dan gak jelas. Kalaupun flirtingnya kebablasan paling kalian kan tinggal ngeles sebisa mungkin. Misal gayung bersambut, ya selamat. Pun misalnya berakhir dia jadi jijik dan ilang feeling, yo wes artinya sudah waktunya kamu pensiun jadi pengagum rahasia.

Duuh, tapi koq saya jadi tertohok ya. Itu Mas Bojo dulu enegnya seberapa parah ya ngeliyat tingkah laku absurb saya.

Kelen semua pikir, kek mana dia mau jadi suami akuh?

Hahahaaa …. (Ketawa tanpa beban utang)

Saya jadi teringat suatu moment saat kami betul-betul seperti Tom and Jerry, atau seperti judul lagu lawasan, “Kukejar Kau Lari”.

Oke jadi ketahuan kan siapa dapat siapa?

Oppzh ….

Lalu gimana dong kalau ternyata saat ini kita lagi terjebak di situasi menjadi orang yang mengagumi diam-diam?

Sah dan wajar aja sebetulnya. Silahkan kagumi dan amati dia sewajarnya. Jika Anda termasuk orang yang menyenangi data, maka kumpulkanlah sebanyak mungkin fakta tentangnya. Agar kamu bisa memperoleh masukan dan menjadikannya pertimbangan, diakah belahan jiwamu atau bukan.

Tapi, kembali pada prinsip, apa yang kita suka belum tentu apa yang kita butuhkan. Apa yang kita mau, belum tentu menjadi yang terbaik buat kita. Jangan sampai berujung menjadi kaum bucin akut dan kehilangan segala sisi rasional Anda. Terlebih jika goals akhir yang Anda tuju adalah menjadi pasangan yang halal dan thoyiban. Butuh lebih dari sekadar rasa kagum untuk mantap melabuhkan pilihan, bahwa kamulah dermaga akhir pencarian dan nahkoda yang membawaku mengarungi samudra cinta dalam kapal bernama Rumah Tangga.

“Akulah orang yang selalu menaruh bunga”

“Dan menuliskan cinta di atas meja kerjamu”

“Akulah orang yang kan selalu mengawasimu”

“Menikmati indahmu dari sisi gelapku”

 

“Dan biarkan aku menjadi pemujamu”

“Jangan pernah hiraukan perasaan hatiku”

“Tenanglah, tenang pujaan hatiku sayang”

“Aku takkan sampai hati menyentuhmu”

 

Manokwari, 15 Februari 2021

Mantan Pemuja Rahasia

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *