Teknik Komunikasi Massa

  • Whatsapp
banner 468x60

Di suatu hari yang istimewa, kami para keluarga komunikasi di kelas Bunda Cekatan Ibu Profesional mendapat sebuah previllege untuk mengundang seorang guru tamu ke dalalm keluarga kami. Berbagai usulan dikemukakan oleh anggota keluarga, hingga mengerucut pada sebuah tema yaitu meningkatkan teknik komunikasi dan pelayanan pada audiens. Satu suara terkumpul, yaitu mengundang Mbak Indah Laras yang selama ini sudah wara-wiri di dunia broadcasting termasuk salah satunya adalah channel radio IPEDIA.

Pada kesempatan ini saya didapuk menjadi moderator yang mendampingi Mbak Indah bercuap-cuap. Wow bahagia banget dong pastinya, selain memang sudah kenal sebelumnya, mungkin ibarat botol ketemu tutupnya kali ya, jadi ngalir aja gitu ngobrol sama Mbak Indah.

Read More

Hal pertama yang saya tanyakan pada beliau adalah, apa sih adab pertama yang perlu kita tekankan saat kita menjadi seorang komunikator massa? Mbak Indah menjawab bahwa adab pertama adalah seorang komunikator harus mau untuk mendengarkan terlebih dahulu sebelum dia banyak bicara. Karena dari proses mendengarkan ini, kita bisa jadi akan sedikit paham, maunya audiens/lawan bicara kita itu apa sih.

Lalu pertanyaan saya selanjutnya berkaitan dengan pembentukan citra diri. Bagaimana kita membentuk branding diri agar terlihat kuat dan menjadi identitas yang melekat pada kita.

Mbak Indah dengan luwes menjawab bahwa branding bisa saja diciptakan atau memang karakter yang terbawa dari lahiriah. Pengalaman mba indah sebagai announcer, maka branding yang dibentuk adalah melalui suara.

Kadang orang banyak gak sadar pingin menjadi apa atau tergambar seperti apa. Padahal dari kekuatan sebuah suara, kita bisa memvisualisasikan lawan bicara kita, baik bentuk fisik atau bahkan karakter dan sifat orang tertentu.

Seorang komunikator ada kalanya perlu untuk menceritakan keadaan atau gambaran pada audience lewat showing via suara, saat kita bilang dingin maka pendengar bisa mersakan situasi dingin tersebut.

 

Kenali karakter suara, pesan kita bisa sampai lebih efektif. Dengarkan terus suara kita, sampai di titik kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri, ketemu kliknya enak didengar kita dan orang lain menjadi pesan manis yang dititipkan Mbak Indah pada kami. Karena saat tahu suara kita, kita tahu power  mana yang kita pakai di suatu moment

 

Owya satu tips lagi dari Mbak Indah, media paling murah yang bisa kita gunakan untuk berlatih adalah cermin, bicaralah pada cermin, intropeksi gesture tubuh dll

Sering berlatih, ngomong banyak, perbanyak jam terbang. Karena pengalaman gak akan mengkhianati hasil, pasti akan terasa sekali bedanya, antara orang yang berlati sehari lima kali atau orang yang berlatih lima hari sekali.

Asyiknya lagi nih sesi ngobrol malam ini, kami dapat banyak bocoran, salah satunya adalah proses kreatif di belakang layar saat menjadi speaker, yang dirincikan sebagai berikut :

  1. Mencari tahu dulu acaranya tentang apa
  2. Siapa audience
  3. Format acara
  4. Pilih acara yang semakin menonjolkan karakter suara, untuk performa yang lebih optimal dan pesan sampai lebih efektif. Sesuatu yang kita lakukan dengan senang hasilnya akan lebih baik.
  5. Cek panggung, lokasi, seberapa tinggi kita sampai dijangkau oleh penonton, meminimalkan kesalahan saat perform.
  6. Permasalahan non teknis bisa diatasi saat kita well prepared, tanyakan apa tujuan kta dis ana untuk apa, hapalkan nama, jangan malu bertanya
  7. Siapkan q card
  8. Pakai sesuatu yang nyaman dan ga saltum untuk membangun percaya diri kita
  9. Coba beri umpan balik ke audiens, ada jeda saat audiens diam/hilang fokus, break sebentar lihat situasi, bisa dilakukan dengan diam sejenak.
  10. Kemampuan handling objection, berpikir cepat saat ada kejadian mendadak
  11. Beri umpan jokes
  12. Bisa dekati audiens kalau memungkinkan

Karena saking asyiknya ngobrol, sesi bincang-bincang kami ga kerasa sudah hampir memasuki durasi dua jam, dan waktu yang hampir menunjukkan tengah malam di jam dinding rumah saya.

Satu pesan manis dari Mbak Indah yang saya bawa sebagai oleh-oleh berharga, bahwa saat kita menjadi seorang pemandu acara atau seorang speaker kita adalah orang yang punya kesempatan untuk berbagi pada kesempatan tersebut. penyelengga sedang meminta kita menjadi brand ambassador buat mereka, jadi berikanlah penampilan terbaik kita.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *