The Power of Team

  • Whatsapp
banner 468x60

Dalam sebuah pendakian di sebuah gunung, ada satu waktu di mana Dek Yeza tidak cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan hingga ke puncak. Saat puncak sudah cukup terlihat di depan mata, udara gunung tengah malam yang cukup menyiksa, Dek Yeza menyatakan ketidaksanggupannya untuk melanjutkan perjalanan. Sebagai ketua tim, Ayana lah yang berperan besar untuk menolong Dek Yeza. Dengan carrier yang dibawa Ayana khusus dengan partisi untuk menggendong anak, kami menghentikan langkah sejenak dan menaikkan Dek Yeza ke punggung Ayana, ditopang oleh carrier.

Gerak Ayana melambat karena beban yang bertambah di punggungnya, saat sudah terasa pergerakan dari Dek Yeza yang menandakan suhu tubuhnya perlahan menghangat barulah dia kami turunkan dari gendongan Ayana. Kami berempat melanjutkan kembali perjalanan hingga sampai ke basecamp puncak. Aliran panas tubuh Ayana dan kesempatan beristirahat saat berada dalam gendongan Ayana memulihkan sedikit staminanya yang mengendor.

Read More

Seperti itulah wujud sebuah tim, yaitu di mana dua orang atau lebih bertemu, saling berbagi, saling menyukupkan lalu kemudian bersepakat mencapai tujuan bersama.

Muncul akronim dari TEAM yang kerap saya jumpai di linimasa pencarian daring.

Together

Everyone

Achieve

More

 

Bolehlah kita artikan setiap orang berkolaborasi, bekerja bersama-sama dan berprestasi lebih. Setiap bagian tim saling merasa terikat, bekerja dalam aturan yang jelas, di mana satu orang merasa menjadi bagian dari yang lainnya.

Keluarga pun dapat kita artikan sebagai sebuah tim bukan? Toh kehadiran kita ke dunia juga berkat kerja sama tim yang bergairah tho?

Sebuah tim yang solid dan kompak akan menyiptakan iklim yang kondusif bagi orang-orang yang bernaung di dalamnya. Tim yang bergairah akan lebih cepat mencapai tujuan bersama dengan diiringi kualitas hasil yang prima. Lalu akan timbul pertanyaan, kenapa banyak kita temukan tim yang bubar saat tujuan belum tercapai? Bisa jadi karena minimnya komitmen di antara mereka. Tim belum memiliki keterikatan emosi yang cukup kuat menjadi salah satu faktor yang melemahkan kekuatan sebuah tim.

Ibarat sebuah pohon di tepi jalan, jarang kita temui mereka akan tumbang dengan sendirinya kecuali faktor alam atau usia pohon yang sudah cukup renta.  Kenapa hal ini bisa terjadi? Coba tengoklah akar yang saling membelit dan bersatu padu melindungi sang pohon dapat terus tegak berdiri.

Seperti itu pula dengan sebuah tim. Mari kita ambil contoh organisasi dan tim yang paling kecil dan paling mudah kita temui, yaitu keluarga. Saat ikatan antara suami dan istri sudah terjalin cukup kuat dan saling mengikat maka semakin kuat pula mereka dalam menyikapi perubahan. Masukkan pula faktor komunikasi produktif dan terbuka yang mampu meningkatkan kualitas kasih di antara mereka.

Jagad hiburan tanah air saat ini tengah ramai memperbincangkan kasus perzinaan seorang penyanyi yang bersuamikan aktor dan pembawa acara cukup sohor dengan seorang Pria Idaman Lain, buruknya komunikasi yang mereka hadirkan dalam rumah bisa jadi menjadi salah satu faktor retaknya rumah tangga dan berakhir dengan perceraian plus kasus perselingkuhan. Komunikasi harusnya menjadi urat nadi yang menjadi penyalur aspirasi anggota tim. Di sinilah saya bersyukur dalam kuliah bunda sayang Ibu Profesional, Komunikasi Produktif menjadi materi pertama yang akan menjadi pondasi dalam menyelesaikan tantangan selama dua belas pekan.

Pada kasus naik gunung kami, Ayana telah sangat baik menjalankan perannya sebagai pemimpin. Beliaulah yang mengambil porsi paling besar sebagai penentu arah. Menyatukan puzzle, merangkainya, dan menurunkannya ke dalam langkah praktis untuk kepentingan bersama. Menjadi teladan bagi anggota tim adalah satu peran utama dari pemimpin yang perlu kita garis bawahi.

Ada sebuah kutipan menarik dari Lao Tzu seorang penulis tenar China.

“Seorang pemimpin adalah seseorang yang jarang diketahui orang banyak dan ketika ada sebuah pekerjaan dan tujuan yang berhasil diselesaikan, dia akan menjawab : kami melakukannya bersama-sama.”

Manokwari, 7 Januari 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *