Tidak Semua Cita-cita Harus Tercapai

  • Whatsapp
banner 468x60

Lazimnya anak kecil jika ditanya apa sih cita-cita kamu? Saya sering kebingungan menjawab pertanyaan tersebut. Kadang saya menjawab,

“Pingin jadi guru,” sebab begitu senangnya saya melihat aktivitas mengajar Mama saya. Di lain kesempatan saya akan menjawab,

Read More

“Pingin jadi dokter,” karena saat itu pas lagi ketemu dokter yang asyik banget diajak ngobrol, padahal saat itu ngeliyat darah aja udah ndredeg gak karuan.

Beranjak masuk usia sekolah menengah pertama, saat keluarga kami punya televisi, cita-cita saya bergeser,

“Pingin jadi pembawa acara,” karena saat itu begitu terkesimanya melihat sosok Sasa Yuzari Yahya yang begitu gemulainya mewartakan deretan peristawa paling update yang terjadi di tanah air.

Betul-betul remaja 90-an yang sangat labil di kala itu.  Saya ingat sekali, setiap muncul cita-cita baru, artinya saat itu saya tengah menjalani suatu aktivitas di luar normalnya yang saya kerjakan, atau melihat sesuatu hal lain di luar yang saya lihat. Preferensi saya begitu beragam, sejalan dengan beragamnya keinginan saat itu.

Lalu, apakah dari semua cita-cita yang pernah saya tuliskan dalam beberapa diary pribadi milik saya ada yang kesampaian?

Wakakakakkk… Dalam makna utuh mungkin belum ada yang 100% sampai di titik yang saya tuliskan saat itu.

 

Atas dorongan Ayah, saya mengambil jurusan Akuntansi di sebuah Universitas cukup bergengsi di Ibukota Provinsi. Padahal selama tahun-tahun terakhir saya menghabiskan masa putih abu-abu, satu-satunya yang membuat saya nyaman dengan pelajaran akuntansi karena guru pengampu mata pelajaran tersebut merangkap wali kelas saya. Beliau adalah tipe wali kelas yang pantang memberi nilai minim pada anak asuhnya. Walhasil nilai akuntansi saya dipastikan selalu aman, sepanjang catatan absensi dan tugas tidak pernah alpa saya setor.

Empat tahun menyandang status sebagai mahasiswi akuntansi, akhirnya setelah bekerja pun saya tak lepas jauh dari keilmuan tersebut. Pengalaman kerja formal pertama saya sebagai kasir dan juru pembukuan di sebuah toko komputer kecil di Semarang, lalu lanjut menjadi auditor di sebuah Kantor Akuntan Publik, lalu akhirnya saya mencoba peruntungan nasib dengan melamar di sebuah perusahaan BUMN cukup ternama, qadarullah saya diterima dan lagi-lagi ditempatkan pada divisi akuntansi. Sepanjang hampir satu dasawarsa saya berkarir di ranah publik, keseharian saya seputar jurnal, neraca, maupun laporan sejenisnya.

Jadi apakah saya sukses dengan cita-cita yang pernah saya khayalkan melihat deretan nasib yang menempatkan saya harus berjodoh dengan angka dan laporan terus menerus?

Hihihihihi…

Kalau parameter kesuksesan adalah kita bisa nyaman dalam berkarya sekaligus menghasilkan rejeki yang membuat kita semakin bahagia dan bersyukur. Saya mantap mengatakan saya sukses dengan apa yang saya capai saat itu.

Bersama para Traveller SuperKamp Komunitas Ibu Profesional

Saya menilai diri saya telah sukses dalam mengerjakan profesi saya terlepas itu bukanlah cita-cita yang menjadi impian saya. Saya bekerja dengan semangat profesionalisme yang tinggi, memberikan segala pelayanan paripurna dalam mengerjakan segala kewajiban, kemampuan, potensi dan hasil karya saya diakui oleh rekan sejawat dan serangkaian proses yang saya lalui menjadikan saya matang dengan bidang keilmuan yang saya pilih.

Lalu kini, lepas dari segala atribut perempuan bekerja di ranah publik, dengan identitas Ibu Rumah Tangga yang melekat sangat kuat pada diri saya. Tuhan memberikan kesempatan lebih untuk saya menjadi seorang guru yang mengajar puluhan ibu lainnya dalam naungan sekolah bertajuk Matrikulasi Ibu Profesional. Tuhan izinkan saya menjadi pemandu acara layaknya Sasa Yuzari Yahya pada banyak kesempatan formal maupun informal. serta Tuhan izinkan saya menjadi seorang sarjana akuntansi menjadi pewawancara bagi para ibu-ibu traveller dalam perjalanan tour bersama SuperKamp Kampung Komunitas Ibu Profesional.

Bukankah Tuhan tidak pernah bercanda dengan secuil doa dan harapan para UmmatNya?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *