Waktu Ideal Membawa Pets ke Dokter Hewan

  • Whatsapp
banner 468x60

Berdasarkan update berita yang saya dapatkan dari Royal Chanin, sebuah brand cukup ternama yang concern terhadap pemberian pangan bernutrisi untuk pets, di malam kemarin saya mengikuti webinar yang digagas oleh brand tersebut.  Webinar dengan tajuk, “Ask the Vet”, mengundang tiga pembicara yang cukup lama bersliweran di dunia para anabul. Yaitu, drh. Eka Wulandari (Pet Vet), dr. Reisa Broto Asmoro, Doni Herdaru.

Webinar dibuka dengan pemaparan dari host drh. Inge mengenai segitiga dasar dalam hal perawatan anabul, yaitu :

Read More

  1. Rutin cek kesehatan para anabul
    1. Mencakup kesehatan rambut dan kulit, kuku dan gigi
    2. kontrol atas parasit yang mungkin ada
    3. Vaksinasi
    4. Sterilisasi
    5. Perhatikan jika ada kondisi kesehatan yang perlu penanganan secara serius
  2. Melakukan aktivitas bersama antara anabul dan pet owner
    1. Exercise
    2. Bermain bersama
    3. Sediakan tempat dan ruang yang nyaman, dll
  3. perhatikan nutrisi yang tepat, seimbang, dan berimbang
    1. Sesuaikan dengan umurnya
    2. Perhatikan ukuran fooding
    3. Cermati life style, dll

Layaknya manusia, anabul perlu dicukupi kebutuhan 4 sehat 5 sempurnanya, seperti yang dipaparkan oleh drh. Eka Wulandari.

Manajemen 4 sehat 5 sempurna

  1. Manajemen nutrisi dengan baik (ingat! nutrisi beda dengan bahan pakan)
  2. Manajemen vaksinasi (rutin dilakukan setahun sekali untuk pengulangan dan lakukan vaksinasi sesegera mungkin saat sudah sesuai umur dan waktunya)
  3. Manajemen parasit (ada banyak sekali jenis cacing di dalam tubuh anabul, salah satu yang paling membahayakan adalah cacing jantung. Ada pula  parasit yang berada di luar (kutu, demodex, scabies, dll)
  4. Manajemen grooming (berbicara tentang grooming itu gak melulu soal mandi, tapi se-simpel seperti sisir rambt dan gunting kuku, bersihkan mata kuku, sanitasi, dll)
  5. Manajemen sterilisasi

 

Pembicara kedua yaitu Mas Dori Herdaru, pendiri Animal Defenders Indonesia. Doi sih menyebut komunitasnya sebagai sekelompok hamba yang menghamba pada kucing dan anjing yang gak mendapat perlakuan baik dari manusia. 😂

Tapi amaze banget deh sama si Mas, gimana gak coba? Ada kurang lebih 200 anjing yang dirawat, diasuh dan dibesarkan seperti anak sendiri di dalam shelter. Satu statement menarik dari beliau yang buat saya tuh keren banget. Mas Doni ngomong kalau saat kita keluar budget untuk nutrisi pet sebetulnya kita lagi berhemat buat jajan obat dan biaya kesehatan para anabul. Sehingga penting banget buat para pet owner untuk gak cuman bawa anabul ke dokter hewan saat si anabul sudah sakit, aaaand please stop kasih tahu drhmu hanya lewat informasi via pembicaraan telepon. Gaes, dokter hewan itu ya layaknya dokter dan tenaga medis pada umumnya, mereka bukan cenayang yang bisa langsung kasih diagnosa tegak hanya berdasar cerita mu aja, mereka perlu tes fisik, ngeraba dan megang para anabulmu untuk dapat gambaran persis atas kondisi kesehatan anabul sehingga dapat memberikan treatment paling tepat.

Menyambung obrolan soal nutrisi nih, ada tambahan dari drh, Inge soal nutrisi anabul. Bila komposisi fosfor dan kalsium gak seimbang di dalam tubuh para anabul bisa mengakibatkan suatu penyakit bernama seddle thrombosis yaitu kelumpuhan pada kaki belakang yang bisa berakibat fatal berupa kematian. Layaknya manusia, you are what you eat, perkara urusan nutrisi aja larinya bisa ke mana-mana, so kalau kamu ngaku sebagai pet lover, please ayo mulai sekarang perhatikan nutrisi dan kebutuhan anabul.

Ketika kamu decide buat adopt anabul, bukan lagi perkara, “Iiiiih si meong lucu banget ya, bulunya lebet, bersih, wajahnya imut.”

But, kamu punya tanggungjawab moral buat menyukupi semua kebutuhan hidupnya. Ya makannya, ya proses tumbuh kembangnya, ya kesehatannya, dan semua-semua pokoknya. Daaaaan, please pake banget STOP fooding anabul dengan table scrap (makanan untuk manusia).

 

Hal lain yang juga saya highlight dari sesi ngobrol ini adalah tentang kesehatan rambut dan kulit. Pekalah pada alarm yang mulai menyala pada para anabul. Saat mereka mulai terlihat sering menggaruk muka dan telinga bisa jadi kondisi kesehatan kulit mereka mulai menurun, baik karena munculnya parasit maupun sebab lain yang perlu segera kamu konsultasikan ke dokter hewan.

Selain itu perihal kesehatan dan kebersihan saluran kemih juga menjadi pokok bahasan yang seru. Tidak seperti manusia yang mengenal sirkum (sunat/khitan) anabul hanya mengenal sterilisasi.

Menjaga kesehatan saluran kemih bisa dimulai dengan perhatikan seksama jumlah air minum yang masuk ke tubuh anabul. Dengan minum yang cukup bisa membantu tidak terbentuknya batu di dalam ginjal mereka akibat ph yang gak seimbang dari para anabul. Idealnya kebutuhan air minum anabul dapat digunakan rumus 50cc per 1 kg berat anabul. Misal berat anabul adalah 3 kg, kebutuhan minum hariannya sebesar 150cc per hari.

Selain itu pastikan kebersihan litter box dan jangan letakkan litter box berdekatan. Rumus jumlah litter box yang ada di rumah adalah N+1, artinya saat kamu punya dua anabul, setidaknya kamu harus menyiapkan 3 litter box dengan jarak yang berjauhan.

Lalu seberapa sering sih kita harus bawa anabul ke dokter hewan?

Setidaknya bawalah mereka rutin atau sekali setahun jika misal kamu bener-bener gak punya cukup waktu buat bawa anabul ke vet shop.

Selain dua rumus di atas, ada lagi satu rumus yang diberikan drh. Eka, yaitu usia kucing itu berbeda dengan manusia. Satu tahunnya kucing sama artinya dengan 6 tahunnya umur manusia.

Fiiyuuuugh,

ternyata memelihara anabul gak sesederhana yang kita bayangin ya?😂

 

Manokwari, 2 April 2021

Bukan April Mop

 

 

 

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *